PROFIL
ANGGARAN DASAR
DARUL HADLONAH NU ( PANTI ASUHAN )
Bab I
Pasal 1
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
1. Lembaga ini bernama DARUL HADLONAH NU ( PANTI ASUHAN ) “BINTAN SA’ADILLAH AL RASYID”, disingkat PA-BSA, didirikan oleh PWNU DIY di Yogyakarta pada tanggal 18 November 2007 untuk waktu yang tak terbatas.
- PWNU DIY adalah struktur organisasi Nahdlatul Ulama ditingkat Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Nahdlatul Ulama didirikan tanggal 31 Januari 1926 Akta Statuten No: 23 1930 Petikan dari Besluit-besluit S.p.t.b. Goebernoer Djenderal dari Hindia Nederland. Betawi, 6 Februari 1930. (No IX) dengan perubahan Anggaran Dasar yang terakhir dalam Tambahan Berita Negara RI tanggal 15/9 - 1989 No 74 Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor : C2-7028.HT.01.06.TH.89
2. DARUL HADLONAH NU ( PANTI ASUHAN ) “BINTAN SA’ADILLAH AL RASYID”, berkedudukan di Krapyak Wetan RT 05/127B Panggungharjo Sewon Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dan bilamana perlu dapat membuka cabang- cabang atau perwakilan- perwakilan ditempat- tempat lain.
Bab II
Pasal 2
AZAS DAN DASAR
- Lembaga ini berazaskan Pancasila dan berdasarkan UUD 1945
Bab III
Pasal 3
LAMBANG
- Lambang DARUL HADLONAH NU ( PANTI ASUHAN ) “BINTAN SA’ADILLAH AL RASYID”, berupa bola dunia yang dikelilingi oleh bintang sembilan dan padi kapas, didalamnya masjid dan buku, dengan tulisan DARUL HADLONAH NU ( PANTI ASUHAN ) melingkar diatas dan tulisan “BINTAN SA’ADILLAH AL RASYID” melingkar dibawah.
Bab IV
Pasal 4
MAKSUD DAN TUJUAN
- Maksud dan Tujuan DARUL HADLONAH NU ( PANTI ASUHAN )
“BINTAN SAADILLAH AL RASYID” adalah :
1. Memberikan santunan kepada yatim, yatim piatu, anak terlantar dan anak pra sejahtera berupa, pembinaan, pemeliharaan, asrama, makan, pakaian, kesehatan.
2. Melaksakan pendidikan dan ketrampilan bagi yatim, yatim piatu dan anak terlantar dan anak pra sejahtera, kesemuanya dengan sarana dan prasarananya menuju kemandirian yang bertanggungjawab dan sebagai muslim yang berakhlakul karimah dan berakidah Islam ahlisunah wal jamaah.
Bab V
Pasal 5
USAHA
Usaha- usaha PA-BSA untuk mencapai tujuan adalah :
1. Mendirikan dan menyelenggarakan pengelolaan asrama- asrama yatim, yatim piatu, anak terlantar,dan anak pra sejahtera dalam arti seluas- luasnya.
2. Menyelenggarakan usaha- usaha sosial produktif
3. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan ketrampilan yang berguna untuk masa depan.
4. Menyelenggarakan kegiatan sosial lainnya yang berhubungan dengan maksud dan tujuan tersebut dalam Pasal 4 dengan berdasarkan Pancasila, UUD 45, Prinsip- prinsip Islam Ahli sunah wal jamaah.
Bab VI
Pasal 6
KEKAYAAN
Kekayaan PA-BSA ini diperoleh dari :
• Tanah dan bangunan waqaf dari Bapak/Ibu H. Riowanto Soerip SE, MM.
• Sumbangan dan bantuan yang tidak mengikat, baik dari badan pemerintah, swasta maupun perorangan, baik berupa uang maupun barang.
• Warisan, hibah, hibah wasiat, dan waqaf- waqaf
• Hasil- hasil pendapatan dari usaha- usaha PA-BSA sendiri serta pendapatan- pendapatan lain yang sah serta tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlotul Ulama dan Hukum.
Bab VII
Pasal 7
PENGURUS
1. PA-BSA ini dipimpin dan diurus oleh Dewan Pengurus.
2. Pengangkatan/ pemberhentian Dewan Pengurus PA-BSA ditetapkan oleh Pengurus Wilayah NU DIY.
3. Dewan Pengurus PA-BSA terdiri dari :
- Penasehat/ Pengarah Khusus, sekurang- kurangnya 4 (empat) orang anggota
dari unsur Syuriyah dan Tanfidyah PW NU DIY.
- Pengurus Harian terdiri dari, sekurang- kurangnya 6 (enam) orang anggota
terdiri dari :
• Seorang Ketua dan seorang Wakil atau lebih
• Seorang Sekretaris dan seorang Wakil atau lebih
• Seorang Bendahara dan seorang Wakil atau lebih
• dan Seksi
Bab VIII
Pasal 8
SEKSI- SEKSI
PA-BSA mempunyai Seksi-seksi yang dibentuk berdasarkan Keputusan Dewan Pengurus yang terdiri dari :
• Seksi Pendidikan
• Seksi Kerumahtanggaan/Perlengkapan
• Seksi Keamanan
• Seksi Kesehatan
• Penghuni/Pengasuh
Bab IX
Pasal 9
ANAK ASUH
1. Anak Asuh adalah yatim, yatim piatu, anak terlantar,dan anak pra sejahtera
2. Tata cara penerimaan anak asuh diatur dalam Anggaran Rumah Tangga PA-
BSA
Bab X
Pasal 10
MASA JABATAN
1. Masa jabatan Dewan Pengurus PA-BSA mengikuti ketentuan pasal 12 Anggaran Dasar NU, yaitu selama 5 (lima) tahun.
2. Pengurus PA-BSA yang masa jabatannya sudah berakhir, tetap melaksanakan tugasnya sampai terbentuknya kepengurusan yang baru dengan tidak mengambil kebijakan yang mendasar.
Bab XI
Pasal 11
RAPAT- RAPAT
1. Dewan Pengurus mengadakan rapat sekurang-kurangnya 1(satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.
2. Rapat Luarbiasa dapat diadakan jika dianggap perlu oleh Ketua atau atas permintaan sekurang- kurangnya 2 (dua) anggota Dewan Pengurus
3. Rapat Tahunan harus diadakan selambat- lambatnya 2 (dua) bulan sesudah tutup buku
4. Rapat Dewan Pengurus dapat mengambil keputusan yang sah, jika rapat dihadiri oleh lebih dari separoh jumlah Dewan Pengurus dan keputusan diambil berdasarkan hasil musyawarah atau jumlah suara terbanyak
5. Dalam hal suara yang setuju dan yang tidak setuju sama jumlahnya, pengambilan keputusan diserahkan kepada Pengurus Harian yang mengambil keputusan.
Bab XII
Pasal 12
PEMBUKUAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN
1. Tahun buku PA-BSA adalah Tahun almanak Miladiyah.
2. Segala harta kekayaan, segala penerimaan dan pengeluaran demikian juga segala sesuatu mengenai keuangan PA-BSA, Bendahara wajib menyelenggarakan pembukuan sedemikian rupa sehingga dari pembukuan tersebut sewaktu- waktu dapat diketahui segala harta, hak- hak dan kewajiban PA-BSA.
Pasal 13
3. Selambat- lambatnya 2 (dua) bulan sesudah berakhirnya tahun takwim, Dewan Pengurus mengadakan rapat untuk membicarakan laporan-laporan yang sudah disusun sebelumnya antara lain ;
a. ikhtisar pekerjaan dan hasil perkembangan usaha PA-BSA.
b. neraca keuangan dan kekayaan PA-BSA.
c. rencana yang akan dilaksanakan PA-BSA dalam tahun buku yang akan datang , kesemuanya untuk mendapatkan pengesahan oleh rapat
4. Jika dipandang perlu, rapat dapat menetapkan bahwa khusus mengenai laporan keuangan dan neraca baru dapat disahkan setelah laporan keuangan dan neraca bersangkutan telah diperiksa oleh akuntan atau oleh komisi pemeriksa yang terdiri atas 3 ( tiga) orang bukan anggota Dewan Pengurus dan disetujui Pengurus Wilayah NU DIY.
5. Pengesahan pada laporan keuangan dan neraca berarti juga penyelesaian dan
pemberian pembebasan sepenuhnya atas segala sesuatu yang diperbuat oleh para anggota pengurus yang bersangkutan dalam tahun buku yang telah lewat.
Bab XIII
Pasal 14
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
1. Perubahan Anggaran Dasar PA-BSA hanya dapat dilakukan oleh keputusan rapat Dewan Pengurus yang khusus diadakan untuk keperluan itu, pengambilan keputusan dianggap sah, jika rapat dihadiri oleh lebih dari separoh jumlah Dewan Pengurus dan keputusan diambil berdasarkan hasil musyawarah atau jumlah suara terbanyak.
2. Keputusan- keputusan mengenai perubahan Anggaran Dasar ini baru berlaku
setelah diratifikasi oleh Pengurus Harian dan Pengurus Wilayah NU DIY.
Bab XIV
Pasa l5
PEMBUBARAN
1. Pembubaran PA-BSA hanya dapat dilakukan oleh keputusan rapat Dewan Pengurus PA-BSA dan Pengurus Wilayah NU DIY yang khusus diadakan untuk keperluan itu.
2. Pengambilan keputusan dianggap sah, jika rapat dihadiri oleh lebih dari separoh jumlah Dewan Pengurus dan keputusan diambil berdasarkan hasil musyawarah atau jumlah suara terbanyak.
4. Keputusan- keputusan mengenai pembubaran PA-BSA ini baru berlaku setelah diratifikasi Pengurus Wilayah NU DIY.
5. Jika PA-BSA dibubarkan maka penyelesaian kekayaan PA-BSA dilakukan oleh Pengurus Harian, dan semua kekayaan PA-BSA diserahkan kepada Pengurus Wilayah NU DIY.
Pasal 16
PENUTUP
1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga sepanjang tidak bertentangan dengan AD dan ART NU.
2. Anggaran Dasar PA-BSA ini berlaku sejak ditandatangani
3. Anggaran Dasar ini hanya dapat diubah oleh Rapat Gabungan Dewan Pengurus PA-BSA dan Pengurus Wilayah NU DIY.
Ditetapkan di : Yogyakarta
Pada tanggal : 1 Maret 2008
Dewan Pengurus PA-BSA
H. Muhamad Hani, BSc Drs. Bambang Susilo
Ketua Sekretaris
Pengurus Wilayah NU DIY
Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Maksum, MSc Drs. H. A. Zuhdi Muhdlor, SH, M Hum
Wakil Ketua Tanfidiyah Sekretaris
Drs. KH. Asyhari Abta, M. Pd.I Drs. KH Abdul Majid AS
Rois Syuriyah Katib
Langganan:
Komentar (Atom)